Jumat, 31 Maret 2017

Biopsi Kanker Payudara Tak Perlu Ditakuti, Jangan Menunda!

Biopsi Kanker Payudara Tak Perlu Ditakuti, Jangan Menunda!,- Ada banyak cara yang bisa dipakai untuk mendeteksi adanya tumor atau kanker, salah satunya dengan menggunakan biopsi. Sayang, pemeriksaan ini banyak disalah artikan oleh pasien, misalnya mereka takut biopsi karena khawatir kanker akan semakin parah. Ketakutan ini juga banyak terjadi pada kasus kanker payudara yang banyak terjadi pada wanita.

Hal tersebut 100 persen salah, seperti disampaikan oleh dokter bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Bob Andinata, SpB (K) Onk. Beliau menjelaskan tujuan biopsi sebenarnya adalah untuk menentukan pengobatan yang akan dipakai setelah sifat tumor diketahui.
https://github.com/jakatarub1
Jika dari hasil pemeriksaan biopsi terbukti itu adalah tumor ganas atau kanker, maka pasien dapat langsung melakukan pengobatan lanjutan secepat mungkin, seperti kemoterapi.

"Nah biasanya, setelah dibiopsi, banyak pasien yang 'denial' dengan hasilnya. Yang harusnya kembali lagi dua minggu kemudian untuk pengobatan, malah nggak datang. (Mereka) mencari alternatif lain, atau musyawarah dengan keluarga yang terlalu lama atau takut," ungkap dr. Bob dalam acara Beban Kanker Payudara Terus Meningkat oleh Roche di Jakarta.

Dokter Bob juga menjelaskan banyak kasus yang terjadi ketika semakin parah kondisi pasien, mereka baru kembali ke rumah sakit. Masalah inilah yang memberikan stigma bahwa biopsi membuat kondisi mereka semakin parah.

"Mereka pikir biopsi lah yang membuat kanker semakin berkembang. Padahal mereka sudah terlambat membawanya ke rumah sakit. Bahkan setelah biopsi, ada yang baru kembali ke rumah sakit setahun kemudian. Ya, pasti sudah telat," ungkapnya.
http://barcamp.org/w/page/116812077/Cara%20Mengobati%20Penyakit%20Kanker%20Payudara
Seharusnya, semakin awal dilakukan pemeriksaan dan pengobatan, harapan hidup pasien dengan kanker payudara akan semakin tinggi. Untuk stadium 0-1, angka harapan hidupnya bahkan bisa mencapai 100 persen.

Lalu untuk stadium 2, adalah 80-90 persen, sementara stadium 3 adalah 40-50 persen, dan stadium lanjut atau stadium 4 hanya 20 persen.

Dr. Bob menyarankan agar para perempuan, yang merasa memiliki benjolan tanpa rasa nyeri dan sakit, tak perlu takut untuk memeriksakan diri ke rumah sakit atau melakukan biopsi. Tak semua benjolan yang  muncul di payudara adalah tumor ganas atau kanker. Semakin cepat diketahui penyebab benjolan, semakin cepat penanganan yang akan didapat.

Pasien Kanker Payudara Tidak Boleh Makan Daging, Itu Hanya Mitos

Pasien Kanker Payudara Tidak Boleh Makan Daging, Itu Hanya Mitos,- Banyak wanita takut dengan kanker payudara, namun banyak juga yang masih belum mendapatkan edukasi tepat tentangnya. Sebagai salah satu penyakit dengan angka kematian terbesar bagi para wanita, banyak kekhawatiran muncul. Sayangnya, banyak mitos tak tepat tentang kanker payudara yang masih dipercaya kaum Hawa.

Disampaikan Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) Prof. Dr. dr. Arry Harryanto Reksodiputro, Sp.PD-KHOM sangat menyayangkan banyak mitos dan berita tidak benar (hoax) tentang kanker payudara.
http://czwlwz.chaozhou.gov.cn/JForum/user/profile/126181.page
Menurutnya, hal ini sangat merugikan para pasien kanker payudara. Salah satu mitos yang dipercaya masyarakat ialah penderita kanker payudara dilarang mengonsumsi daging.

"Makanan untuk penderita kanker payudara tidak ada masalah sama sekali. Bahkan ada yang bilang nggak boleh makan daging, itu salah sekali, yang mengatakan seperti itu sama saja mau membunuh penderita kanker payudara," ungkap dr. Arry dalam acara Beban Kanker Payudara Terus Meningkat oleh Roche.

Padahal, dr. Arry menjelaskan pasien kanker payudara membutuhkan protein dan lemak dari daging untuk mengisi protein dan lemak yang cair, terus menerus. Karena kanker bukan hanya menyebabkan benjolan, tapi juga menyebarkan racun ke seluruh tubuh. Hal inilah yang membuat pasien kanker payudara demam, berat badan turun, daya tahan tubuh rendah, hingga protein dan lemak menjadi cair. Sebab, yang membentuk otot adalah protein.
http://www.en.lrprezidentas.lt/?q=node/711
"Protein dan lemak, bisa dipakai untuk tubuh pasien, tapi tidak akan dimakan oleh sel kanker. Selain itu, protein dan lemak juga bisa membuat daya tahan tubuh tetap kuat yang sangat diperlukan pasien," ujarnya.

Selain itu, pasien kanker sebaiknya mulai mengurangi karbohidrat. "Setiap orang, baik pasien kanker maupun mereka yang masih sehat haruslah mengonsumsi makanan bergizi baik. Karena tidak ada satu pun obat yang bisa membunuh sel kanker sampai habis," tambahnya.

Jika daya tahan tubuh baik, sel darah putih juga akan baik pula. Hal inilah mengapa usia muda jarang terkena kanker karena sel darah putihnya masih baik. Jadi menjaga daya tubuh sangat penting.